Do what makes you HAPPY.. Be with who makes you SMILE.. Laugh as much as you BREATHE.. Love as long as you LIVE.. Life is just too SHORT to be SOMEONE ELSE.. Look at ME, see WHO THE REAL ME.. And IT'S ME.. :)

RIP Anaknya Piku, dan Clannad

Jadi, halo kembali, dengan saya Ayu. Lumayan dari Februari udah ga update lagi. Nah... Jadi apa yang harus aku ceritakan di sini?
Kemarin ada yang nyuruh untuk bahas tentang penyakit gitu kan, tapi kemudian aku terlalu malas. Yekali woy aku udah stress kuliah tiap hari tapi disini juga disuruh bahas materi kuliah.

Pertama, aku bahas dulu masalah kucing. Mulai dari kucing-kucing di luar. Ada Tom(Yam), Bocil, Loreng (kadang dateng kadang pergi), dan ada tambahan baru namanya Tim(Pukin). Cerita tentang Loreng dulu, jadi Loreng ternyata kucing peliharaan kesayangannya tetanggaku yang jual tambal ban gitu. Dan sempet ada kejadian pas Loreng lagi nyamperin aku, trus si ibu ibu tambal ban malah marah marah dan nyamperin aku. Lah.. bukan salahku dong kalo Loreng lebih memilih aku dari dia? hahaha. Trus, yang kedua ada Bocil. Bocil biasa aja. Tetap gembrot, tukang makan, cinta Felix, dan tidak cinta kepada kucing jantan lain, sangat setia menanti Felix walaupun Felix bloonnya kayak begitu. Yang ketiga, ada Tom. Kenapa namanya Tom? Gatau. Pokoknya Tom aja. Awalnya mungkin karena terinspirasi dari Tom and Jerry, cuma makin ke sini namanya jadi berubah, awalnya Thomas (murni dari Tom and Jerry), kemudian jadi TomPret, TomYam, Thompkin, TomSe, bebyas. Yang penting tiap dipanggil Tom, doi nyaut. Trus, sekarang dia sepertinya jadi garong penguasa rumah. Dari kemarin ada aja garong lain yang dia tampol dan selalu ada aja pitak di badan Tom. Berarti bener, Tom ngehajar kucing-kucing lain. Sasuga~. Yang keempat ada Tim, anak kicik baru. Gatau emaknya siapa, tapi suspect-nya ya Loreng. Nah, dia anaknya bacot. Dikit-dikit ngeong ga jelas dan egonya tinggi. Sok mau ngalahin Tom, tapi begitu tangan Tom melayang, Tim kalah, dan ngadu ke aku. Yha kayak aku peduli ajasih ya diaduin dia.

Lalu, cerita tentang kucing didalem rumah. Ada Spektrum, Junior, Felix, dan Piku. Spektrum makin garong dan makin gembrot, masih menyeramkan seperti biasanya. Kalo Junior, masih lenjeh dan semakin banyak menuntut sekarang, tapi gapapa, Ayu cinta Junior, terutama cinta lemaknya yang kiwir-kiwir. Felix? Yah akhirnya dia bisa menghamili Piku setelah sekian kali Felix dicaci oleh manusia-manusia wkwk. Sayangnya, walaupun Piku berhasil hamil, tapi anaknya Piku ga berhasil selamat :( Sedih parah padahal itu anak yang dinanti-nantikan sampe kita sekeluarga pada heboh yaaAllah beli segala macem perlengkapan bayi kucing huhu.

Hmm.. Apalagi yak.. Selain itu, yhaa sudah. Tidak ada yang menarik sepertinya. OH! Aku lagi maniak anime, terutama Clannad dan Clannad After Story. PARAH! PETJAH! Jadi sekalian mau review ya.

Nah, jadi, untuk Clannad, sebenernya dari awalnya aja udah ketebak sih kalo Nagisa bakal mati. Kenapa? Soalnya dia tokoh utama yang demennya sakit sakit mulu. Lalu, udah ketebak banget kalo Nagisa bakal jadian sama Tomoya. Cuma, aku awalnya masih sabodo teuing dengan kisah si cewek supranatural dari after world gitu yang bikin robot, karena aku pikir dia cuma pemanis cerita aja untuk puisi-puisinya gitu. Dan awalnya, aku kira si cewe after world ini adalah Nagisa, sementara si robot ini adalah Tomoya. Skip. Hal yang paling aku suka di sini, ceritanya lucu dan lawak. Apalagi dengan Tomoya yang iseng banget sama Sunohara, dan dengan kebodohan Sunohara yang sibuk pengen ngalahin Tomoyo dan pengen dapet pacar wkwk. Tapi part yang paling ga aku suka, adalah terlalu banyak pemeran cewek. Maksudku, kesannya di sini Tomoya itu terlalu bego pun terlalu playboy berasa dicintai dan disukain sama banyak cewek. Apalagi, buat Nagisa, kesannya Nagisa more than like a bitch who've got Tomoya's love then kicked those four girls's asses. Pun, aku ga suka sama karakter Nagisa yang terlalu tertutupi sama cewek-cewek lainnya tadi. Nagisa keliatan lemah dan ga berdaya dan terlalu polos dan gimana ya bilangnya...terlalu bego lah. But then WHY Tomoya choose her gituloh padahal sosoknya tertutupi sama karakter cewek-cewek lainnya. Kesannya, Nagisa jadian sama Tomoya karena memang ITULAH harusnya yang terjadi pada mereka karena mereka adalah main character. Dan aku ga suka Tomoya yang jalan sama Tomoyo, terus putus karena perbedaan kasta. Si Tomoya berandalan yang belum tau jalan hidupnya dia, sementara Tomoyo adalah berandalan yang jadi ketua OSIS. Ga banget. Kesannya, Tomoya malah ngejadiin Nagisa sebagai pelampiasan pengganti Tomoyo. Cih.

Lanjut, yang Clannad After Story. Di sini, GUE HAMPIR SUKA semua chapters-nya. Apalagi, karakter Nagisa di sini sudah mulai kuat dan mulai berusaha naik dan sudah bisa mengalahkan semua karakter cewek-cewek tadi. Dan jujur aja, aku nangis PARAH pas ending-nya. Nggak, aku ga akan jadi spoiler buat ending-nya, jadi silahkan download masing-masing. Karena aku bukan tipe yang gampang nangis kalo soal film (terutama anime), jadi untuk anime terbaper, aku pilih Clannad After Story. Nah, cuma sesempurna-sempurnanya anime, tetep ada kurangnya. Pertama, aku ga suka sama cerita yang terlalu dibuat-buat untuk menjadi sedih, terutama tentang Sunohara dan adik perempuannya. Diawal, mereka keliatan kakak-adek yang akur, tapi kemudian, pencipta seperti sengaja membuat konflik diantara mereka yang sebenarnya menurutku dari awal ya itu gak pernah ada. Si pengarang seperti sengaja membuat kejadia menyedihkan yang mengada-ngada and it makes me sick ugh. Kedua, ending dimana Nagisa yang udah mati (yha jatuhnya spoiler juga sih tapi kan dikit ya gapapa lah ya) taunya malah hidup lagi. Like...WHY gitu loh!? Esensi bapernnya jadi ilang. Yang harusnya aku nangis bisa berhari-hari, jadinya nangis cuma berjam-jam. Maksudku, yaudahlah kalo emang tokoh itu udah mati yaudah mati aja, gausah dihidupin lagi. Cukup Ushio aja yang dihidupin. Entah karena miracle apa gimana. Karena menurutku, nggak banget kalo pengarang menghidupkan tokoh yang sudah mati. Gitu.

Sudah. Segini aja dulu. Aku mau ke Jakarta lagi menunaikan tugas dan ujian kuliah. Bhay~

Semarang

Rindu empat tahun berpisah
Terbayar dengan pertemuan kembali satu hari

:)

Semarang (part II)

Halo, udah lama banget aku ga update blog ya. Jadi sekarang aku mau update soal petualangan singkat di Semarang. Tapi sori kalo tidak mencantumkan foto karena terlalu malas untuk resize supaya ga bikin loading lama hehehe.

Anyway, jadi pertama-tama aku berangkat dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Semarang Tawang. Perjalanan memakan waktu beberapa jam (lupa, ya maaf lah ya). Yang jelas bikin pantat pegel dan kesemutan. Kemudian, setibanya di Semarang, aku disambut oleh Om Faisal. Om Faisal orangnya asik dan cerewet dan lawak hahaha.

Kemudian, destinasi pertama kita adalah mempersiapkan amunisi berupa makan. Kita makan di Rumah Makan Mbok Dhe, di depan rumah makannya ada patung mbok-mbok gitu yang gendut, lucu, hehe. Makanan yang disuguhkan juga enak, dan gak pake lama. Alhamdulillah, setelah kenyang, kita menuju hotel. Nginepnya di Hotel Holiday Inn, di Semarang bagian Tengah, deketnya simpang lima.

Setelah itu, aku lupa, apa langsung berangkat apa besokannya, kita menuju ke Goa Kreo dan Waduk Jatibarang. Waduknya biasa aja, ga ada yang spesial, selain monyet-monyetnya. Para pengunjung bisa membeli kacang atau pisang untuk dikasih kepada para monyet. Tapi, monyet di sana juga pada galak dan liar, tidak seperti monyet di Lombok yang liar tapi masih bisa dipegang. Kemudian, kita jalan beberapa meter menuju Goa Kreo. Goanya biasa juga, kecil, dan sepertinya hanya cukup untuk digunakan oleh satu orang saja. Sebenarnya, goanya bisa bagus, seandainya tidak ada manusia vandalism yang mencoret-coret secara membabibuta di situ.

Kemudian, kita melanjutkan perjalanan ke SamPooKong. Keren banget dalemnya, tapi sayang panas banget karena pohonnya kurang rindang. Terus, di situ ada tempat sewa baju khas China yang digunakan untuk berfoto. Maaf lagi, aku lupa harga sewanya hehehe, tapi hargannya masih terjangkau untuk orang yang sudah siap budget travelling non-backpacker. Di situ juga ada biaya untuk nge-print fotonya dan biaya untuk minta softcopy dari foto yang tadi.

Yang terparah untuk hari ini, adalah kita pergi ke Brown Canyon ala Semarang. Pertama, rute yang ditempuh itu tidak bagus untuk mobil ceper, tapi ada yaris masuk sih berarti sebenernya mobil ceper bisa masuk kali ya. Kedua, jalannya juga ga jelas hahaha jadinya kita cuma ngandelin google maps, itupun kitanya malah muter-muter gak jelas hahaha. Setibanyak ditujuan, orang sedang tidak banyak berkumpul karena bukan hari libur, tapi kita ngeliat kayaknya sedang ada pemotretan prewedding gitu. Keren sih.. Nah, kemudian menurut aku pribadi yaa sebenernya Brown Canyon itu cuma hasil pengerukan bukit oleh manusia. Kalo aku liat sih sama aja kayak pengerukan kapur di sekitar Jawa Tengah mana gitu, lupa. Cuma ya para photo hunter bisa aja gitu nemu begituan dan dijadiin objek foto. Padahal aku pikir awalnya itu kayak bukit alami sih, ternyata memang masih alami, cuma sudah dikeruk saja hehe. Kalo minta pendapat pribadi, memang kawasan ini cukup bagus untuk dijadikan objek foto, walaupun hanya dibeberapa bagian saja. Kalo diliat dari sudut pandang lain, entahlah ya... jadinya sedih sendiri ngeliatnya.

Lanjut. Keesokan harinya, aku janji ketemuan sama sahabat tersayang dan tercinta dan terterterbaik lainnya, namanya Arief. Kata dia sih kita udah 5 tahunan ga ketemu, tapi kata aku mah kita baru ga ketemu beberapa minggu, lha wong tiap hari kontakan kok hahaha. Lanjut.

Pertama, aku dijemput sama Eno dan Om Fiker di hotel. Eno orang Baubau, kebetulan, walaupun aku ga bisa bahasa Baubau, bersyukurnya Eno bisa bahasa Makassar hahaha. Terus, kita ngejemput Arief di kosannya. Lalu, aku lupa jemput siapa dulu.. Kayaknya jemput Yuyun sama Yara dulu deh. Apa Wulan sama Yusuf dulu ya? Entahlah. Lupa. Gile, lupannya banyak amat. Umur berape sih gue?

Nah, pertama kita pergi ke Hutan Mangrove Semarang. Dan ternyata orang-orang sana tuh yang ceweknya pada pake jilbab! Sedangkan gue ga pake jilbab. Mana rambut pendek, pake baju kaos lengan pendek, celana juga cuma celana tidur. Alamak... Peer kan ya? Iya, peer. Tapi Alhamdulillah aku boleh masuk, untungnya Tuhan masih sayang sama gue jadi gue ga ditinggal di luar sendiri yaaAllah hahaha. Tapi, ujuk-ujuk yang bawa kamera malah dipanggil sama orangtua, kayaknya kepala sukunya kali ya, trus ditarikin biaya. Lah... Kok gitu yak. Tapi katanya kalo foto pake kamera HP sih boleh. Banyak peraturan-peraturan aneh sih kalo aku bilang ya, tapi yaudahlah, mungkin memang itu adat daerah Semarang, jadi aku diam saja, toh aku tamu. Terus katannya ga boleh jalan bergerombol, cewek-cowok ga boleh nempel-nempel, dll. Ya anggap saja peraturan itu ada karena di sana termasuk daerah Muslim. Nah, di dalam, bagus kok. Bagus buat orang-orang yang suka photos hunting, trus banyak bangau YAY! (maklum, jarang liat bangau yak). Yang paling bikin aku excited tuh ada ikan yang punya kaki gitu. Jadi ikannya bisa jalan di lumpur, bisa juga nyelem di air.

Abis itu, kita lanjut ke Semarang bagian Gunung. Kita ke Air Terjun Curug Lawe. Cuaca mendung berkabut dan hujan, dan teman-temanku tersayang malah tidak membawa senter, sementara mereka tidak bilang kalau dibutuhkan penerangan untuk menuju ke sana. Oke, aku takut gelap. See? Tapi Alhamdulillah ga lama, setelah makan PENTOL broh PENTOL (anaknya excited sama pentol, maklum, ga ada dijual di Jakarta hahaha) ujannya ilang, walaupun masih gerimis dan agak berkabut, kita tetep naik bareng-bareng. Ga nyangka, perjalanan ke sana butuh waktu 1,5jam (kalo ga salah ya). Padahal kita berangkat udah agak sore (plus nyasar di mobil) dan kita ga bawa penerangan, DAN itu di hutan! Oke, aku panik. Jujur. Aku ga suka gelap. Tapi yaudahlah, karena bareng Arief ya aku pasrah sajalah. Tapi, pas udah sampe Curug Lawe, NGGAK NYESEL deh lo! Pemandangannya keren abis! Buat para photoshunter dan para pendaki dan para travellers, ga akan pernah nyesel kalo pergi ke sini. Really recommend, guys! Turunnya, udahlah. Aku ga inget apa-apaan saking paniknya karena gelap hahaha.

Malamnya, kita makan di Cabe Ijo bareng-bareng di deket hotelku. Dan aku pulang jam 21.00, karena mamaku sudah panik. My Mom always panic for anything, anyway.

Besokannya, aku pergi lagi sama Om Faisal. Berhubung aku udah ke Hutan Mangrove sementara Mama dan Bu Tuti belum, ya akhirnya kita ke sana lagi, foto-foto lagi, cuma pengalaman kali ini aku pake jacket walaupun ga pake jilbab hehe.

Selanjutnya kita ke Masjid Agung Jawa Tengah. Masjidnya megah dan keren. Mirip Masjid Nabawi di Madinah. Habis foto-foto dan liat-liat dah sholat, kita pergi dan lanjut ke petualangan selanjutnya~

To be Continue...

Cerita dari Kakek dan Nenek (1)

Keledai

Pada suatu hari, ada dua keledai yang sedang melakukan perjalanan. Keledai pertama melakukan perjalanan dengan membawa garam di punggungnya, dan keledai kedua melakukan perjalanan dengan membawa spons di punggungnya. Mereka membawa dengan massa dan berat yang berbeda, namun dengan volume yang sama.

Setelah melakukan perjalanan jauh, keledai pertama mulai merasa lelah karena membawa beban lebih berat daripada keledai kedua, sehingga ia memutuskan untuk menepi dan beristirahat sebentar di sungai. Karena lelah dan cuaca yang panas, keledai pertama kemudian memutuskan untuk mandi di sungai tanpa melepaskan bawaannya, maka jadilah garam menyatu dengan air. Ketika keluar dari sungai, keledai pertama terlihat kaget dan gembira karena barang bawaannya menjadi sangat lebih ringan dari sebelumnya.

Melihat hal itu, keledai kedua merasa kesal dan melakukan hal yang sama seperti keledai pertama lakukan. Namun, apalah daya, spons tersebut malah menyerap air sungai dan menjadikan barang bawaan keledai kedua lebih berat dari sebelumnya. Maka dilanjutkanlah kembali perjalanan mereka berdua.

what?

Jangan tanya kenapa ujuk-ujuk gue membahas beginian, tapi entah kenapa gue lagi nganggur sekarang. Dan perlu lo tau, gue nganggurnya sembari deg-degan. Kenapa? Soalnya gue lagi ujian. Sementara tadi gue stalking orang-orang dan gue ketemu address blog elo, dan entah kenapa, gue terpacu juga untuk membahas beginian. Sebenernya gue ga suka bahas masa lalu, apalagi ngungkit-ngungkit lagi dan membuka kenangan yang udah jelas-jelas gue tutup serapat-rapatnya rapat jauh di lubuk otak dan hati yang terdalam. Tapi anggap aja, ini sebagai balasan dari apa yang lo tulis di blog elo, dude.

Well, pertama, gue bahagia banget bisa mengenal elo :)
Pas gue sama lo, elo ngajarin gue kalo ehm... it's kinda weird to call it... cinta... itu nggak mengenal penampilan fisik. Elo juga ngajarin kalo first love at the first sight itu ada. Gimana enggak coba? Gue waktu itu masih batu, masih ga peduli penampilan gue, berat gue jauuuh diatas overweight, dan yang terpenting, gue belum siapa-siapa di situ.

Kalo gue pikir, dulu kita lucu. Main kode-kodean, mulai dari kode morse sampe kode yang lebay. Dan gue takjub aja, dulu kita juga polos banget sih mau-maunya bertingkah ga jelas kayak begitu mengingat sifat gue yang gak pedulian sama orang. Tapi elo? Elo manusia pertama yang bikin gue peduli dan cengar-cengir tiap liat hp. Elo manusia pertama yang bikin gue mentengin hp berjam-jam. Elo juga manusia pertama yang bikin gue bangun jam 00.00 demi nelpon karena bonus dari operator telepon di tengah malam.

Tapi gue tau kalo kita gak akan bertahan lama karena gue itu nomaden. Dan gue juga tau, makin ke sananya, kita makin berbeda jauh. Gue makin lebih suka jadi manusia yang individualis, sementara elo makin lebih suka jadi manusia eksis. Gue lebih suka jalan di gunung-pantai-nature, sementara elo lebih suka jalan di mall-dan bermacam-macam gedung lainnya. Dan jadilah hari dimana elo deket sama junior kita.

Di saat pas banget di hari yang dimana gue berharap elo dateng dan dimana gue berharap elo ga akan lupa, tapi ternyata elo lagi sama 'dia', di situ juga gue liat status facebook elo dari single jadi in a relationship. Jujur aja, gue sempet shock dan gue merasa: "gini ya rasanya broken heart?". Who doesn't? Tapi gue ga mau kalah sama elo yang jelas-jelas udah totally melupakan gue begitu saja dan gue rasa semua hal-hal aneh yang dulu itu sudah berganti menjadi romantisme parasnya 'dia' yang bagai bidadari, dude.

Tapi di sini, gue berterimakasih banyak ke elo :)
Buat melupakan elo, gue jadi maniak belajar. Apalagi untuk mengejar kekurangan gue yang bertubi-tubi dan ancaman dari sekolah baru gue karena nilai gue yang mengenaskan, terutama ditambah dengan tuntutan untuk masuk ke perguruan tinggi, makinlah cara belajar gue gak karu-karuan. But, hey, you see... Gue akhirnya bisa sampai di sini.

Selanjutnya, untuk meralat apa yang lo tulis di blog lo itu...

Elo bilang gue muntah-muntah pas maraton? HEY! Don't try to remember that silly moment, dude! Sebagai pembelaan, waktu itu gue ga tau kalo pelajaran olahraganya itu maraton, jadi paginya gue makan seabrek. Jadi, bisa tolong hapus itu dimemori lo? Ok. Gue rasa nggak mungkin. Elo terlalu bahagia mengingat peristiwa-peristiwa memalukan gue. Fine. Gue tau elo emang tega hahaha.

Dan gue seneng pas gue liburan waktu itu lo masih nyempetin waktu elo buat gue. Walaupun cuma kena beberapa jam, tapi gue seneng banget. Gue jadi tau isi mall yang baru, gue jadi tau rasa roti coklat gede raksasa yang lo makan itu, dan gue jadi ke Gramedia beli buku buat gabut hahaha. Coba waktu itu liburan gue banyak, gue pengen banget ketemu keluarga elo, terutama si kucing menggemaskan yang lo kasih nama Sari. Entah kenapa harus Sari sementara kucing gue Spektrum Junior Felix. Oh, gue tau. Karena kambing elo udah lo kasih nama Spektrum Junior kali yak? Entahlah.

Dude, jujur aja sih, umur gue masih 19 tahun, gue masih semester 4, bahkan gue turun satu semester karena cuti haji gue, dan gue sama sekali belum kepikiran jodoh itu apa dan bakal kayak gimana. Tapi, kata orang sih jodoh ga kemana ya. Jadi sejomblo-jomblonya elo dan sesering-seringnya elo diphpin, yakinlah... Jodoh ga kemana. Pasti entar ketemu kok. Elo cuma perlu siapin diri lo jadi lelaki mapan (ga usah kebanyakan nge-gym) buat calon jodoh lo.

Terimakasih, dude. Harus gue akuin, gue masih menganggap elo itu berharga. Gue masih mau ngobrol dengan Ibuk dan Mbak-mu, gue juga masih mau aja kok nongkrong sama lo. Tapi, well, hidup harus berjalan dan roda waktu terus berputar.

Apapun yang lagi lo lakukan sekarang, dan dengan siapapun lo deket sekarang... Gue harap lo bahagia dan sukses, dude. Jadilah diri lo sendiri. Jangan mau lo korbanin harta orangtua lo dan kepribadian lo demi cewe, dude. Jangan. Lo harus cari yang bisa nerima elo apa adanya. Bukan karena motor lo Ninja atau karena bawaan lo mobil. Tapi karena kekonyolan elo dan sikap elo yang kinda makes me nggilo dewe hahaha.

* J-Rocks - Lepaskan Diriku *

Lebaran 2013

lebaran tahun ini lebaran tersibuk.

udahlah kampus pelit ngasih libur,
disuruh ikut semester pendek pulak.

belum lagi pindah rumah.
yah, mungkin bagi sebagian orang ada lah ya yang berpikir: "elah, pindah rumah ini tinggal bunkus-bungkus barang, angkut, susun lagi."

okay, i'll tell you.
pindah rumah itu bukan pindah kos, ya.
bahkan aku yang udah ber...(tauk, lupak) kali-kali pindah rumahpun tetep aja kelimpungan. capek. padahal barang juga udah diminimalisirkan seminim mungkin.

bingung?
untuk yang belum tau,
aku dulu nomaden. atau masih ya?
entahlah.
makanya aku terbiasa pindah rumah.

pindah rumah gak bisa kelar dalam "hari".
mana lagi rumah juga direnovasi (eh, dibongkar total deh).
otomatis mindahin barangnya juga kesendat-sendat.
belum lagi ada tiga makhluk ini (spekjunlix).

itu membutuhkan tenaga extra.
apalagi yang mindahin ini pesertanya cewe semua.

oke. cukup yang kewalahannya.
yang seneng-senengnya sekarang.

sepupuku dari Medan pada dateng ke Jakarta.
pertama, yang dateng anak-anaknya dulu.
adek pertama, perempuan, udah kelas 2 SMA.
adek kedua, perempuan juga, udah kelas 3 SMP.
adek ketiga, lakilaki, baru masuk 1 SMP.

pas mereka bertiga datang, kita cuma jalan sekitar kota.
mall, gramedia, dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya.
sayangnya, aku ga banyak temenin mereka jalan.
kenapa? yah, tanya saja sama kampus tercintaku.

kemudian, mereka bertiga diantar ke bandung.
dan ga berapa lama, orangtua mereka yg dateng ke Jakarta.
tante aku, adek dari pihak mama.
om aku, suami dari tante aku. (yaiyalah, yuu).
mereka cuma dua hari di Jakarta.
hari pertama (setelah mereka nyampe), mereka udah ngerasain naik Damri
kemudian, naik bajaj. dan kena semprot Mama. hahaha.

habis itu, kita langsung tancap ITC.
tapi nggak lama, soalnya pada kecapekan, akhirnya pulang.
besok siangnya, barulah mereka diantar lagi ke Bandung.

pas malam takbiran, aku lebih banyak ngabisin waktu di Bogor.
awalnya pada mau malam takbiran di rumah Akbar.
tapi gatau kenapa, Akbar gabisa, jadinya ya pada di rumah aku.
akhirnya ngobrol lah aku sama Mba Ratih.
tapi in the end, akunya ga enak badan, trus ketiduran hahaha.
gapapa ya, Mba, besok kan udah maap-maapan kitanya :))

besoknya, sholat ied.
awalnya kita sekeluarga pada mau sholat di mesjid sekolahku dulu.
kebetulan mesjid sekolahku dulu itu gedeeee aja.
tapi, gegara Mba Ratih ngajak di Mesjid wanita, yang lebih deket,
akhirnya kita pada sholat di situ barengan.

ayah, papanya Mba Ratih, sama Iman di Mesjid lakilaki,
aku, mama, mamanya Mba Ratih, dan Mba Ratih di Mesjid wanita.

abis itu, kita lebaran di rumah Chandra.
setelahnya, kita pulang ke rumah masing-masing.
dan keluarga Mba Ratih lebaran ke rumah keluarganya di luar kota.
sedangkan keluargaku? nostalgia keliling Villa sama keluarganya Chandra.
yang kemudian disusul dengan keluarga-keluarga lain,
yang (maap) sudah (tidak sengaja) terlupakan. ehe. maklum. tuak :"

abis keliling, kita balik lagi ke rumah masing-masing.
keluarga besar dari pihak ayah datang ke rumah.
gatau gimana kisah lengkapnya, karena aku ketiduran.
tahun ini, sayangnya, ga sempet lebaran ke Opung-opung.
karena ayah waktunya mepet udah mau balik Makassar,
dan ga ada yg tau jalan. soalnya om yang suka nganter lagi lebaran semua.

akhirnya, we spent our lebaran di rumah.
didatengin oleh banyak orang (yang udah lupa siapa aja).

then, finally, rombongan Medan yg di Bandung dateng lagi.
awalnya cuma nonton-nonton dvd gajelas di rumah baru,
tapi akhirnya kita ke Taman Safari juga sih.

di Taman Safari, yabiasalahya, itu-itu juga kok yg diliat.
TAPI!
tahun ini akhirnya aku kesampean juga naik gajah!

bukan gajah yang 10.000 / 25.000, bukan.
bukan gajah yang kelilingnya cuma lingkaran kecil itu, bukan.

TAPI GAJAH YANG KE SAFARI, BOK!
TAEK! SENENG MBANGET! :))

aku naik berdua sama BuTi selagi yg lain ke Baby Zoo.
aku di depan, dan BuTi di belakang aku, goncengan.
nama gajahnya Rinjani, nama mas-mas pawangnya? tauk deh.
i choosed her bcs her name.
i really wanna go to Rinjani, soalnya, hahaha.

Rinjani such a flirty-girl. usianya 24 tahun.
usia gajah bisa sampai 80 tahun. kayak manusia juga.
cara ngebedain dia betina apa jantan ya bisa liat dari skortum/vagina,
bisa juga dari gadingnya. gading betina lebih pendek, sekitar 1-2cm.

why i told Rinjani was flirty?
karena Rinjani selalu menghampiri setiap mobil!
dia mau eksis sendiri! dan dia suka difoto! ampun!

kemudian, pas lagi Safari sama Rinjani, tibatiba muncul si Kadir.
Kadir itu gajah jantan, usianya gatau berapaan.
yang sialnya. ada si Arab yang ngasih 50.000 untuk Rinjani,
tapi kemudian, malah si Kadir yang ngambil!
curang!
manalah uang 5.000 nya Rinjani jatuh & dipungut si Kadir pula.

pastinya udah ada yang tau kan?
tiap ke Taman Safari, pas di Safari-nya,
suka ada gajah yg mintain wortel dan uang.
kalo dikasih uang, gajahnya bakal ngasih uangnya lagi ke pawangnya,
tapi kalo dikasih wortel/pisang, bakal langsung dimakan gajahnya.
nah, itu gajah yang aku naikkin.

yang serunya, pas Safari sama Rinjani tuh, yg bagian lewat air.
pas Rinjani turun ke air, kita semua jadi maju ke depan.
dan pas Rinjani di air, ekornya dinaikkin sama dia,
kayaknya Rinjani gamau ekornya kena air. dunno why. i didnt asked.
trus, pas Rinjani nanjak, mau keluar dari air, BuTi langsung histeris,
dan megang pinggang aku. kayak iya aja bakal jatuh bhahahak.

abis itu, foto-fotolah kita sama Rinjani.
trus ngelus-ngelus Rinjani.
dan nyusul yang lain ke Baby Zoo.
abis itu makan, terus pulang.

besoknya, keluarga Medan balik ke Medan lagi.
dan sekarang, udah deh, balik lagi ke pindahan rumah.

it was fun, walau capeknya na'udzubillah.
the moment i love the most is when Opal watched MAMA.
then when the film was finished, he asked me to turned on the lamp.
then he slept reeeeeally mepet with me.
i asked him, "kenapa, Opal?".
then i answered, "ntar ada yang muncul-muncul di jendela, cemana kak?".

well, gimana coba caranya setan mau nyampe ke lantai 28?
prihatin juga kalo setannya pocong, sih, by the way.

udahdeh.
sekian dan terimakasih.

kapan hari lagi, kalo mood, mau cerita soal kisah-kisah cinta.
kayak iya aja bakal ada yang mbaca hahaha~

First, Our Jendral

It was yesterday

That I finally got his revenge
Since my BIRTHDAY !

HAH!

Well,
Happy Birthday, Jendral :)

Survive yaa...
Be a good doctor !

Sincerely,
Your secretary,




TB.12282202

15 Juni 2013

tidak semua tawa mengandung kebahagiaan
terkadang itu hanya kedok untuk menutupi luka

tidak semua tangis mengandung kesedihan
ada kalanya itu merupakan wujud rasa syukur

13 Juni 2013

that was scary...

ketika jarimu berdarah banyak
hanya karena tergores kertas biasa
dan malah menyisakan bekas luka

kupikir semua sudah membaik
ternyata dugaan hanya menjadi dugaan

5 Juni 2013

makin deket...
takut sih

kepikiran sih

sakit nggak ya?
perih nggak ya?
berhasil nggak ya?

kalo gagal gimana ya?

dia nangis gak?
dia nyesal gak?

mereka gimana ya?

merasa kehilangan gak?
apa udah... pooff... gitu aja?

yang datang siapa aja ya?
yang kepikiran siapa aja ya?




dan...





dia bakal peduli gak ya?

Jika

"jika aku lelaki, pasti banyak yang suka sama aku"

"kok gitu? kenapa? karena kamu memperlakukan wanita seperti putri?"

"bukan, tapi karena di tubuhku banyak lukanya, jadinya kan keren"

tapi aku seneng kok jadi wanita
soalnya kalo aku lelaki
nanti kita homo dong jadinya :"

1 Juni 2013

Tidak pernah terpikirkan olehnya
untuk meminta pada Tuhan
ketidaknormalan pada jantungnya

Tidak pernah terpikirkan olehnya
untuk meminta pada Tuhan
ketidaknormalan pada hatinya

Tidak pernah terpikirkan olehnya
untuk meminta pada Tuhan
ketidaknormalan pembuluh darahnya

Tidak pernah sekalipun terpikirkan olehnya
untuk meminta pada Tuhan
ketidaknormalan pada organ tubuhnya

Hanya terpikirkan olehnya
untuk meminta pada Tuhan
kebahagiaan dalam hidupnya
dan dalam hidup orang yang tulus padanya

Dan ketika pintanya itu terkabul
walau ia sadar bahagia orang-orang itu bukan dengannya
Believe me, she's happy to see your happiness

31 Mei 2013

Semakin manusia tau batas akhir yang semakin dekat
Semakin ingin ia mencapai puncak
Menggapai apa yang belum pernah diraih
Melihat apa yang belum pernah terpikirkan

Meski manusia itu tau
Bahwa kondisi fisik semakin melemah seiring berjalannya waktu
Kondisi mental yang tidak mungkin menang melawan daya fisik

Toh, bukan pintanya pada Tuhan untuk mempercepat batas diri

Karma

Seperti raga
Bermodal tulang
Berlapis daging
Terbungkus kulit
Terpampang senyum
Dalamnya siapa yang tau?

Mau nangis? Mau ngeluh?
Siapa yang mendengar?
Siapa yang peduli?

They always push
They always compare

Nggak pernah mereka tau
Ataupun ingin tau

Seberapa banyak tumpukan obat
Yang harus dikonsumsi
Dan
Seberapa banyak jadwal operasi
Yang harus dilaksanakan

Di sini aku mengerti
Kenapa dulu pernah ia berkata
"Ketika fisik mengalahkan mental, itulah titik akhirmu"
Kenapa dulu ia bersumpah
Dan
Kenapa dulu ia menangis

Kemudian kini hanya bisa menikmati
Masa dimana fisik mulai mengalahkan mental
Dengan mereka yang dilihat benar peduli

Semacam karma yang dibalas dengan pasrah

The Silly Pinky Boy

it was on thursday, march 2nd, 2013

seperti biasanya, hari-hari menjenuhkan berlalu tanpa batas.
tugas, kuliah, ujian, jalan bareng temen, pulang ke bogor, main sama felix, kegiatan kampus, kegiatan kemahasiswaan, dan begitu-begitu seterusnya. mau take some adventures, tapi keadaan tidak memungkinkan. ditinggal mama sama ayah pergi pula selama beberapa minggu.

until the-silly-pinky-boy saved my bored life :)

berawal dari sebuah chat yang iseng beserta kesenggangan waktu yang (kebetulan) emang lagi kosong aja karena kita lagi ujian. singkat cerita, waktu itu ada pertandingan bola. MU vs Barca (kalo ga salah), dan the-silly-pinky-boy bingung mau dukung mana. kemudian, karena kebingungannya, maka entah gimana ceritanya aku jadi taruhan sama dia sampailah aku menang taruhan malam itu. kalo aku menang, dia yang traktir aku, dan sebaliknya. kejadiannya udah beberapa bulan yang lalu, tapi baru bisa terwujudkan baru-baru ini hahaha.

suatu hari, selesai ujian blok, aku ngechat dia buat makan bareng. kemudian, dia meng"ayo"kan dan sampailah di sore hari (kelar kelas agama kalo ga salah) kita janjian di halte busway. awalnya ya dia emang nanya mau naik apa ke sana nya, dan dia nawarin alternatif busway. kebetulan, aku juga belum pernah naik busway, disertai aku yang lagi jenuh-jenuhnya dengan kehidupan, maka dari itu, aku meng"ayo"kan pula ajakan dia buat naik busway.

awalnya, aku nunggu dia di halte depan kampus. tapi ternyata, dia masih dandan (mandi) di kosannya, jadi baliklah lagi aku ke kampus nunggu dia kelar. sampe dia ngebbm kalo dia ternyata udah di halte. kemudian aku pergi ke halte depan kampus lagi, dan ternyata dia adanya di haltw busway depan kampus -_-

oke. manalah gue tau dimana halte busway itu, bocaaaaah!!

sampe akhirnya aku ketemu dengan office-girl kampusku. kemudian, dengan malu (karena takut disangkain yang aneh-aneh), bertanyalah aku ke mbak-mbak itu: "mbak, maaf nih ya, kalo mau jalan ke halte busway naik jembatan penyeberangannya itu ke arah mananya ya?". kemudian mbak-mbak itu nunjukkin jalan dan arahnya, berterimakasihlah aku, dan akhirnya pergilah aku ke sana.

sampainya di halte busway, ada semacam gate. aku pikir langsung lewat gate nya aja tanpa perly beli karcis, sampe ada mas-mas yang bilang: "kak, beli karcisnya dulu. 3500 ya". dan meng"oh"lah akunya. nih ya. tiket pertama naik busway masih aku simpen walau lecek di dalam dompet hahaha.

pas udah masuk gate, ternyata sepi. waktu itu kalo ga salah masih jam3 apa jam4 gitu. aku (yang bermodal nekat tanpa kacamata) nyari-nyari keberadaan dia, sampe aku liat ada cowo berbaju pink yang lagi ngeliatin aku. dan kemudian aku tau itu dia, jadi duduklah aku dengan bingung di samping dia.

him : "kalo mau naik busway tuh beli tiket dulu ya lain kali"
me : "brisik lo. gue kan baru pertama kali"
him : (ketawa ngejek)

me : "pinky boy"
him : "ada yang salah sama pink?"
me : "i am. i hate pink"
him : "karena?"
me : "not such a gentleman"
him : "yang menentukan gentleman atau tidaknya cowo itu berdasarkan sikap, bukan berdasarkan apa yang dia kenakan"
me : (speechles) ... "tapi tetep aja, iewh..."
him : (ketawa kecil)
dan tiba-tiba datanglah busway nya...

di dalam busway itu ternyata sepi banget. aku bingung pas dia pergi ke belakang, dan di belakang itu cowo semua, dan kemudian aku melihat ke arah depan, tapi di depan malah cewe semua. sampe aku liat lagi, ada tulisan : "khusus wanita". okaaaay... i think i've got it. di sepanjang jalan, busway berhenti tiap beberapa detik di suatu halte dan lanjut jalan lagi. sepanjang jalan itu, aku cuma liat-liat pemandangan di luar, sedangkan dia, duduk di belakang ujung ngeliat ke depan. well, i think i enjoy this "new" stuff.

sampe beberapa menit kemudian, dia berdiri dan mendekati pintu keluar, ya karena aku gatau apa-apa, aku juga ikut berdiri aja di belakang dia. hingga berhentilah kita di halte atrium, kemudian dia turun, ya aku juga turun deh. sebenarnya kita turun di jalan yang familiar dan sering aku lewatin pas mau pulang ke bogor atau pas mau pergi ke suatu tempat, tapi itu naik mobil pribadi dan aku ga pernah liat sampe di hari itu apa yang ada di bawah kolong jembatan. sepanjang kolong jembatan itu, dia jalan di depanku dengan jarak yang tidak terlalu jauh. kayaknya dia tau aku emang lagi liat-liat. and, well, he seemed so satistified because he had mesmerizing me.

me : "aku gatau kalo di sini ada yang kayak beginian"
him : "makanya jangan naik mobil mulu"

masuklah kita di sebuah mall yang bahkan aku sendiri belum pernah tau kalo ada mall di situ. masih dengan keadaan dia jalan di depanku, dan aku juga masih ngikutin dia. i looked like such a duck who followed its mother -_-

dan nggak beberapa lama, dia memelankan langkahnya sampe aku bisa jalan di samping dia. akhirnya jalan dan ngobrol macam-macam lah kita sampe di tempat makan ramen. oke. ini di luar dugaan karena aku ga bawa dompet dan harga makanan di sini yah di luar kemampuan uang yang ada di kantongku zzz.

dia memesan ramen (entah apa nama pesenannya, lupa) yang super pedes dan porsi jumbo, dan itu pedesnya juga level 6! sedangkan aku cuma ramen ayam biasa, dan yah sama sekali gak pedes hahaha

pas lagi makan, kita ngobrol-ngobrol, ngejek-ngejek, bercanda-bercanda, dan tiba-tiba ada suara bapak-bapak teriak keras banget. aku sama dia liat-liatan, dan suara bapak tadi masih aja teriak-teriak. kerumunan orang juga mulai banyak di tepi eskalator yang kebetulan ada di depan restoran tempat kita makan ramen. otomatis dong, aku yang berjiwa kepo langsung bermata memelas pengen ngeliat ada apaa sebenarnya sampe orang heboh gitu.

him : "duduk. aku mau liat ke sana dulu"
me : "laaaaaaah...."

akhirnya, aku ga jadi liat sama the-silly-pinky-boy. setelah beberapa menit akhirnya dia balik juga dari liat adegan yang lagi heboh itu, dan dia bilang: "udah, ga usah diliat. selesaiin makannya aja dulu". tapi yah bukan aku banget dah kalo gitu aja aku nyerah. akhirnya aku memberondong dia dengan banyak pertanyaan, sampe akhirnya dia ngasihtau juga: "ada ibu sama anaknya kecelakaan kejepit eskalator, bapak-bapak itu teriak buat beri aba-aba nolongin ibu itu, darahnya banyak, makanya makan aja dulu baru liat itu". dan tambah penasaran lagi lah aku sampe akhirnya aku bermata memelas, barulah dia kasih aku buat ngeliat. tapi pas aku liat ternyata udah ga ada lagi ibunya. mungkin (alhamdulillah) udah hampir kelepas kali ya kaki ibu itu.

akhirnya, aku balik lagi ke restoran dan makan dengan damai. ya, gak damai juga sih. sesekali aku denger ceritanya dia tentang kecelakaan-kecelakaan yang pernah dia liat di mall-mall, dan kemudian aku berondongin lagi dengan berbagai macam pertanyaan yang sampe dia keselnya berkata: "ada pulpen gak?". aku refleks ngeluarin pulpen. dan dia nyodorin tisu: "tulis semua pertanyaanmu di situ". yang kemudian akhirnya aku merengut dan lagi-lagi aku hujani dia dengan pertanyaan. ya kan ga ada salahnya dong kepo. toh, salah dia kenapa cerita setengah-setengah!

dia selesai makan duluan. padahal dia makan yang ukuran jumbo. dan aku selesai kuranglebih lima menit setelahnya. kemudian, pas aku selesai, aku langsung ngajak bayar dan ngajak jalan muter-muter mall yang disambut dengan omelan "kekenyangan" dari dia. ya salah dia lagi dong kenapa mesennya makanan jumbo zzz...

abis bayar, akhirnya kita muter-muter mall. dia nanya mau muter kemana aja, aku jawab mau muter dari lantai teratas sampe lantai terbawah. dan dia iya aja pula. horeeee!! hahaha. di lantai yang paling atas, ada ruang besaaaar banget dan makanan di kanan-kiri sepanjang jalan. turunlah kita sampe di Gunung Agung. aku niatnya sih cuma mancing aja dg bilang: "mau liat gunung agung boleh gak?". aku pikir aku bakal diomelin sama dia, tapi ternyata dia malah masuk gitu aja ke gunung agung, dan aku seneng dong, akhirnya ngikutin dia. aku langsung misah sama dia: "aku ke bagian komik ya", dan dia bilang dia di bagian hobi. setelah aku dapet komik yang aku suka, aku cari-cari dia di bagian hobi, tapi ternyata dia udah di bagian komik. terus aku tanya dimana kasir, dan aku bayar deh komiknya.

terus aku inget kalo dia ada latihan beladiri setelah maghrib. akhirnya, aku minta pulang. tapi aku minta dianterin dulu sampe kampus -_- kan udah malem, mpay, serem mah kalo jalan malem sendiri. apalagi entah mau jalan kemana, dengan hp mati total, dan uang cuma 20rb di kantong. menyedihkan...

him : "mau pulang naik apa?"
me : "busway"
him : "yakin? ini udah malem. rame loh. desek-desekan nanti di dalam"
me : "lah? ga ada sekat antara cewe-cowo lagi?"
him : "enggak"
me : "seriusan? rame banget?"
him : "mau nyoba? kalo mau nyoba, ya ayo"

akhirnya kita jalan ke halte busway. dan.... yak! bener aja emang RAME BANGET! desek-desekkan dan penuh! ibaratnya busway itu aquarium, dan ikan-ikannya di dalam tuh padat banget! aku yang ngeliat cuma bisa telen ludah dan untuk saat ini, aku bersyukur mama-ayah yang selalu nyediain mobil dan sopir buat antar-pergi aku.

busway pertama dilewatin. kayaknya dia tau kalo aku masih nenangin diri, jadi kita nunggu busway yang selanjutnya. pas lagi nunggu, dia bilang dia bakal ninggalin aku sendiri. aku pikir dia serius dan aku sampe takut sendiri. ngebayangin... gelapnya malam jakarta, ditinggal sendirian, dengan hp mati, tanpa uang di saku, di tempat yang beginian, dan tanpa kacamata. dan parahnya itu aku kan cewek!!!! (fine, bagi siapapun yang sedang membaca ini, mau ga mau kau harus mengakui kalo aku emang cewe kan?)

dan yak, tibalah busway yang ditunggu-tunggu. sembari nunggu penumpang turun, aku sama dia naik. jangankan tempat duduk. jarak diantara orang-orang ini aja kayaknya ga ada. mana mereka semua pada berdiri pula. aku mau pegangan di atas, pegangannya udah penuh dipegang orang semua, mana jorok pula, itu kan abis dipegang banyak orang. akhirnya aku lebih milih berdiri di depan the-silly-pinky-boy sambil megang kuat-kuat baju pink-nya.

him: "katanya ga suka cowo baju pink? kenapa malah dipegang-pegang?"
me: "kepaksa. daripada gue ngejungkel?"

dia yang megang pegangan atas, dan aku yang megang bajunya dia. oke, fine. enggak akan pernah lagi gue yang namanya naik busway di malam hari. lebih enak bawa mobil sendiri. dan tiba-tiba aku liat pemandangan dari sisi busway. wow. kemacetan jakarta kelihatan banget. mobil-mobil di bawah kayak apaaaa gitu berjejeran. oke, kayaknya emang naik busway ga begitu mengenaskan kalo aja ga seramai ini hahaha.

tibalah kita di halte depan kampus, kita turun dan dia bilang: "nanti kamu ke kiri, aku ke kanan". aku kan kaget kenapa tiba-tiba pisah. tapi ya aku selo aja karena toh aku udah kenal daerah ini. sebelum pisah, taunya dia ngolesin bercak hitam bekas di busway tadi di pipiku. oke. ini baru yang namanya sialan. dan akhirnya aku bales mukul dia, kemudian baliklah aku ke apartemen dengan bermodal mama jemput aku di seputaran kampus.

* * *

hey, the-silly-pinky-boy
a thousand thankyou for you

for made me laugh
for accompanied me
for made my boredome dissapear

thankyou

really much thankyou :)

Kebohonganku

Ternyata aku berbohong ketika aku mengatakan "aku sudah melupakannya",
Karena ketika aku membuka semua SMS, chat dan kenangan lama darimu
Bibirku langsung tersenyum dengan sendirinya tanpa kusadari..

Ternyata aku berbohong ketika aku mengatakan "aku membencinya",
Karena ketika aku melihat wajahmu terpasang di suatu foto
Aku langsung merindukan senyum canda tawamu yang begitu dekat denganku..

Ternyata aku berbohong ketika aku mengatakan "aku tidak memikirkannya",
Karena ketika aku mendengar kamu sedang mendekati gadis lain
Hatiku seperti terkikis dan air mataku segera ingin tumpah..

Ternyata aku berbohong ketika aku mengatakan "aku tidak peduli dengannya",
Karena ketika aku mendengar kamu sakit atau mengalami kecelakaan
Kaki ku seperti ingin lari bergegas menemuimu..

Ternyata aku berbohong ketika aku mengatakan, "aku tidak ada masalah hidup tanpanya",
Karena ketika aku kehilangan jejak tentangmu
Aku seperti ingin menyeretmu di sampingku
Hanya untuk sekedar mengetahui semua ceritamu yang telah kulewatkan..

Dan...

Aku berbohong ketika aku mengatakan "aku yakin bisa bahagia tanpanya",
Karena ketika aku berada di tengah kebahagiaan
Aku selalu berpikir ada yang kurang
Yaitu kurangnya kamu karena kamu tidak berada di sisiku..






Psstt...
Let me tell you a secret...




I miss him
right now





Dear, YOU :)

Birthday (part 3)

Nah, kelar dapet hadiah 'terindah' dari Tribhuwana, aku pikir aku bakal langsung pulang
Tapi ternyata, dengan polosnya lagi, ada BBM masuk dan si Bawel : "ay, reuni yuk".
Karena aku pikir cuma reuni, dan (waktu itu aku anggap dengan hokinya) aku dibolehin
Jadi ya aku ikut aja reuni tempat les

Seharusnya (lagi) aku curiga sih. Waktu udah jam 20:00 apa 20:30 wib yak? Tau. Lupa
Dan aku dibolehin gitu aja gitu keluar malem sama ayah?
Tapi ya aku pikir karena udah lama ga ketemu Bawel, Aldo, Jiyi, dkk (lupa namanya, maap)
Jadi aku pergi aja ke sana.

Waktu itu ayah langsung ke tempat nasi goreng, trus makan

Nah, aku langsung ke tempat temen-temen yang lagi duduk sila bentuk lingkaran
Kata Aldo : "yuu, sini", sambil nepok-nepok aspal yang di samping dia
Jujur aja, biar aku udah menjadi 'teman' dari si Bawel, aku tetep nyari dia
Ya, sebagai pembelaan, soalnya Bawel yang ngundang aku ke sini, tapi kok dianya ga ada
Karena penasaran, akhirnya, aku nanya juga ke Aldo : "mana Hafiz?"
Yang ada aku malah dicieciein. Yasudahlahyah. Akhirnya aku diem aja -___-"

Nggak lama, si Bawel ujuk-ujuk muncul di belakangku, dengan polosnya berkata : "hai".
Sumpah demiapapun, aku di situ pingin banget nyekik dia sampe dia minta ampun
Tapi niat ku tertunda karna tiba-tiba tanganku di borgol sama dia, pas di tempat tanganku tadi diiket pas di Tribhuwana
Dan kakiku langsung dipegangin sama temen cowo (yang lupa namanya, maap)
Trus mulutku dilakban hitam... Dan kemudian... DAMN ! AKU NGGAK MAU CERITA !!!

Yang jelas, di sini nggak separah surprise dari Tribhuwana
Cuma ya aku nangis bener-bener nangis di sini
Karena aku nggak bisa teriak masalahnya, jadi aku nangis!

Sayangnya, di sini nggak ada fotonya karena sampe sekarang si Bawel belum ngirim ke email ku. Mungkin dia sibuk kali yak sama pasien-pasiennya. Tau ah.

Tapi, bener deh. Makasih banget buat teman-teman kuuuu :)

Terimakasih Tuhan...
Terimakasih Mama dan Ayah...
Terimakasih Keluarga...
Terimakasih Tribhuwana...
Terimakasih Saudara-Saudara dan Teman-Temanku...
Terimakasih semuanya :)

This year, my best birthday EVER !

Birthday (part 2)

Wokeh. Lanjut.
Di kampus, aku ikut UKM (semacam ekskul kalo di sekolahan)
UKM Pecinta Alam, namanya Tribhuwana

Di Tribhuwana, aku punya teman yang bisa dibilang seperti saudara
Di angkatanku (angkatan XX), aku punya 15 saudara

Gunawan, Cynthia, Muh. Iqbal, Bella, Halim, Yudha, Sekar, Arum, Iqbal H, Mifta, Baiq, Elsy, Aviv, Marizka, dan Erick.

Nah, pas aku ulangtahun, sebenernya aku udah bakal duga kalo bakal dikerjain mereka
Tapi aku ga duga kalo ngerjainnya bener-bener bikin unforgettable banget
Aku pikir ngerjainnya kayak biasa, pake tepung, telur, air, tart, dan begitu-begitulah
Jadi dengan bodohnya aku cuma bawa baju kaos ganti satu doang

Ceritanya, aku baru kelar praktikum sekitar jam 4 sore
Aku dengan begonya berpikir : "ah udah sore. ga bakal ada yang mau ngerjain deh".
Dan pas aku pulang, tasku aku tinggal di sekertariat (karena ditarik sama Yudha sih)
Jadi mau nggak mau dong pas pulang aku harus ke sekertariat ngambil tas

Nah pas udah di lorong, taunya aku ga boleh masuk ke sekertariat
Aku dicegat si Erick. Katanya ngobrol-ngobrol aja dulu di luar blablabla.
Di situ lagi, dengan begonya aku berpikir : "ah palingan mereka lagi nyediain kue".

Setelah menunggu beberapa menit, keluarlah Baiq
Si Baiq bilang : "yuu, pulang yuk"
Denger kata-kata itu, rasanya legaaaaaaa banget. Demi deh!
Dan dengan polosnya, aku percaya aja gitu kata-kata si Baiq

Aku masuk ke sekret, dan nggak ada kue atau teriakan : "happy birthday!" gitu
Taunya aja, pas aku lagi nyari tas, si Yudha nyelinap ke belakang aku
Dan taunya lagi tanganku di....apain sih itu namanya tau deh
Trus si M.Iqbal sama Erick ngegotong kakiku

Kemudian, aku diiket di pohon
Trus....AARRRGGHH !! Tau ah! Nggak mau nginget kejadian setelah itu!
Yang penting pas lagi on process, aku bener-bener berharap itu cepet kelar deh!
Tapi kok nggak kelar-kelar...

Udah lumpur, udah air kotor, udah diiket, udah di yang lain-lain
Tapi kok belum kelar coba. Aku mikir ini orang-orang pada nungguin apa coba

Sampe sebuah motor yang dinaiki Sekar dan Kak Ardy datang
Dan kemudian... Aku sensor di bagian sini
Yang jelas, di bagian sini ini, aku bener-bener dendam sama Kak Ardy dan Yudha
Inget aja. Ntar kalo kalian berdua ulangtahun yak... Pembalasanku lebih kejam



Finally, acaranya udah kelar.
Dan acara (yang menurut aku) seperempat balas dendam pun dimulai
Aku ngotorin satu persatu mereka, saudara-saudaraku, sebagai balas dendam
Biar mereka sama amisnya sama aku

Kemudian, aku mandi seadanya di sekret
Terus, pulang deh...

Sebenernya nggak sesingkat ini ceritanya.
Lebih parah dan lebih greget
Tapi, I really want keep this moment for myself
Untuk di publish, cukuplah yah sekedar ini aja yang diketahui

Tapi aku rasa foto yang aku share juga udah menyimbolkan banyak makna kok yak hahaha

Birthday (part 1)

Ulangtahun ke 18 kali ini bener-bener hal yang really special buat aku. Nggak berarti ulangtahun sebelumnya nggak berkesan, cuma... ya, this is the most special birthday that i'd ever had on my life !

Ok. Mulai cerita dari yang pertama kali.

Seperti biasa, jam 00:00 wib, yang pertama ngucapin happy birthday itu always my best, Chandra. Ulangtahun ku sama kayak ulangtahun adeknya Chandra, jadi kalo pas dulu sih sering ngerayain bareng hahaha.

Kemudian. di subuh hari, tiba-tiba ada yang gedor pintu kamar dengan kekuatan super rusuh.

You know, awalnya aku pikir tuh kayak pas lagi diksar apa kayak pas lagi ada something like-diksar. Yang aku kirain itu dibangunin paksa dan buru-buru tanpa prikemanusiaan. Dengan bodohnya, aku reflex bangun dari kasur dan dengan tambah bodohnya lagi, aku malah mau pake sepatu -_-"

Kemudian, semenit kemudian aku sadar.

Aku liat AYAH bawa kue, dan he said, "Happy Birthday ayank", with his special-bass voice.
Seperti ulangtahun sebelumnya, udah tradisi banget aku dibangunin subuh (karena aku lahirnya emang subuh) trus disuguhin birthday cake.

Tapi seberapapun seringnya hal kayak gini dilakukan, tetep aja it will always be the special-day for me.

Then, I made a wish, and blew up all of the candles.




Thank You, MAMA...
Thank You, AYAH...
Thank You, BU TUTI...

:)

Felix and Someone

Yak. Udah lama ga nulis. Bingung mau nulis apa. Sebenernya sih bukan ini inti permasalahan kenapa aku nulis lagi (gak nulis sih, tapi ngetik). Tapi ya untuk permulaan dan sekedar basa basi.

Hai, aku (Alhamdulillah) berhasil lulus SMA dengan (beruntungnya) nilai yang biasa aja. Aku juga (dengan hokinya) berhasil diterima di beberapa universitas, tapi akhirnya aku malah ngemilih universitas swasta. Ya lumayan bagus sih kalo di bagian fakultas yang aku tempatin. Tapi tetep aja kesan publik tuh 'swasta' agak berkesan negatif.

Lanjut.

Sekarang aku punya anggota keluarga baru. Bukan manusia, tapi kucing. Nama awalnya Bule (sebelum dia jadi anggota keluarga). Waktu itu niatnya aku pengen beli kucing persia-anggora betina untuk dijodohin sama Spektrum apa Junior. Tapi yahh, jodoh siapa yang tau.

Waktu itu niatnya aku pengen beli di pasar hewan atau di online shop. Tapi pilihan pertama aku batalin karena jadwal SMA yang super nyiksa. Les, pulang sore, tugas bejibun, belum lagi belajar untuk ujian (kayak iya aku belajar aja). Akhirnya sampailah aku ke pilihan kedua.

Aku udah sempet fix dan yakin sama pilihan kedua sampe aku udah minta pin nya dan aku udah nego harga. Tinggal liat makhluk nya langsung aja untuk yakin jadi beli apa enggak. Ternyata alamatnya kebetulan di Depok dan kebetulannya lagi, om ku ada kenalan (keluarganya) yang ternak kucing persia-anggora di Depok juga. Aku pikir yahh ga ada salahnya sih ngeliat kucing kenalannya om ku itu sebelum aku liat kucing yang beli online.

inget banget waktu itu hari minggu. aku, mama, sama om ku sama-sama pergi ke Depok. Pas udah nyampe, aku ngeliat ada beberapa anak kucing. Ada yang punya tompel di matanya (mama naksir yang itu), ada yang kuning, ada yang putih, sama ada yang item. Aku niatnya mau pilih yang mama suka karna aku pikir keren juga ya punya kucing bertompel wkwk. Tapi jodoh berkata lain. Waktu itu kucing putih yang ngecoel-coel tanganku. Dia sampe manjat dari kandangnya untuk nyari perhatian. Dia sampe mengeong (ngeong? bahkan suaranya cuma iiiing) minta digendong. Yaaa logikanya siapa sih yang nyessss kalo digituin? Akhirnya aku ngegendong si putih itu, dan kemudian dia cari muka!!! Ok. Aku mulai berpikir... Matanya bulat dan warnanya maroon (kata guru biologi, aura ku warnanya juga maroon dan biru muda), badannya kecil, dan ya ampuuuun menggoda banget!

Akhirnya, aku ngebujuk mama supaya aku beli yang putih itu. Dan herannya, si putih itu nurut aja. Gak ngerasa sedih apa kecarian kayak pas aku dikasih Spektrum-Junior. Pas kelarnya mama nego sama si ibu itu, akhirnya jadilah aku ngebeli si putih. Karena awalnya aku pikir dia betina, dia aku kasih nama FELINE. Seperti nama di kedokteran hewan, Feline artinya Kucing. Sampailah tiga bulan kemudian...

Feline cepet banget ngehapal namanya. Dia cepet nurut, cepet ngerti peraturan dasar di rumah, manja, tukang main, ya ampuuun pokoknya sosok kucing idaman banget deh. Waktu itu aku udah bener-bener suka dan sayang banget sama Feline sampe suatu hari, aku liat dia lagi ngulet-ngulet dan, ya ampun... ternyata dia jantan. Awalnya aku ga percaya (dan ga niat mau percaya) kalo dia jantan. Akhirnya aku bawa dia ke dokter hewan, dan yap dia fix jantan. Awalnya aku kecewa (pake) banget, tapi yahsudahlah.

Karena Feline ternyata jantan, jadi namanya aku ubah jadi Felix. Dan Felix seneng banget pas tau namanya diubah. Dia suka mengeong dan mendongak, menunjukkan mata rubby nya pas namanya dipanggil. Dia suka makan sardine. Dia suka main sedotan, dan petak umpet.

Sampe sekarang, dia masih aku pelihara bareng sama Spektrum dan Junior :)


***

Dan orang kedua yang belum aku kenalin bernama... kita sebut saja... Fussy. Dia (ehem) cowo yang sedang berkuliah di fakultas favorit di universitas favorit juga. Yahh, hanya perkenalan singkat aja ya kalo soal orang. Soalnya aku lebih suka cerita tentang kucing daripada tentang orang hehehe.

Ok. Untuk hari ini sekian dulu.